Minggu, 27 Juli 2008

Jumat, 25 Juli 2008

Spiral Kebiasaan

Bayangkan angin tornado, dari bawah ke atas lingkarannya makin membesar, seperti bentuk spiral. Spiral kebiasaan bermakna, setiap hari kebiasaan kita makin naik kelas (makin berkelas dan makin berkualitas). Peningkatan kebiasaan inilah yang akan meningkatkan pula kualitas hidup kita.
Spiral kebiasaan bisa kita lakukan dengan cara setiap pagi hari kita menanyakan dua hal. Pertama, siapa saja yang akan memperolah manfaat dari kita hari ini? Kedua, manfaat terbaik apa yang akan mereka peroleh dari saya hari ini? Dua pertanyaan ini adalah pertanyaan wajib harian yang harus kita lakukan. Dari dua pertanyaan inilah kemudian kita bisa menyusun Program Wajib 30 Hari.
Mengapa saya sebut Program Wajib 30 Hari? karena sesuatu hal yang akan anda jadikan kebiasaan harus dilakukan selama 30 hari berturut-turut agar benar-benar menjadi kebiasaan, bukan kegiatan reaktif. Jadi, pastikan selama 30 hari Anda melakukan kegiatan rutin yang akan Anda jadikan suatu kebiasaan.
Agar sesuatu menjadi kebiasaan (bukan kegiatan sesaat) maka Anda perlu melakukan tiga langkah. Pertama, Jangan tunda, lakukan saat ini juga. Bila Anda menunda suatu kegiatan maka semakin hari tumpukan kebiasaan yang akan Anda ciptakan akan semakin banyak dan itu bisa membuat frustasi. Lebih baik lakukan sedikit demi sedikit namun konsiten dari pada menunda dan kemudian kegiatan itu kita lakukan borongan.
Kedua, fokuskan pada satu atau dua kegiatan yang akan Anda jadikan kebiasaan. Jangan buru-buru. Bila Anda mencoba melakukan banyak kebiasaan baru saya yakin Anda tak akan berhasil. Bila Anda memiliki 10 kegiatan baru yang akan Anda ciptakan akan lebih baik bila pilih dua saja yang paling penting dan kemudian lakukanlah selama 30 hari berturut-turut. Bila itu sudah berhasil, pilih dua lagi kebiasaan yang akan Anda ciptakan dan lakukanlah selama 30 hari. Begitu seterusnya.
Ketiga, cari dukungan orang-orang di sekitar Anda. Lingkungan Anda sangat mempengaruhi keberhasilan Anda dalam menciptakan kebiasaan baru yang akan Anda jalani. Jadi sampaikan kebiasaan baru yang akan Anda lakukan kepada orang-orang terdekat Anda dan mintalah dukungan dari mereka. Bila perlu mereka menjadi pengawas hidup Anda. Beri mereka peluang untuk menghukum Anda bila Anda tidak konsisten dengan Program Wajib 30 Hari yang Anda jalankan.

berhentilah jadi gelas

Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.
Sejauh ini semuanya berjalan oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.
Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.
Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.
Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!
Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut “Not me, Boss! Selama ini saya tidak meminumnya dan juga tidak memakainya Boss, kecuali memasak untuk para Boss!”

Kamis, 24 Juli 2008

Not me... Boss

Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.
Sejauh ini semuanya berjalan oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.
Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.
Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.
Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!
Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut “Not me, Boss! Selama ini saya tidak meminumnya dan juga tidak memakainya Boss, kecuali memasak untuk para Boss!”

ikrarkan bintang terangmu...

Salah satu prasyarat menjadi bangsa yang besar adalah memiliki visi. Indonesia kini telah memiliki visi 2030. Pada tahun itu, Indonesia sudah menjadi salah satu dari lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Ada yang mendukung visi 2030 itu ada pula yang skeptis. Saya termasuk yang senang bangsa ini telah memiliki visi. Sebab bila visi ini merasuk kedalam sebagian besar rakyat gairah kehidupan akan meningkat. Saya berharap visi 2030 bukan hanya berhenti di konsep dan komoditi politik belaka. Mayoritas komponen bangsa harus benar-benar mewujudkan visi 2030 tersebut.
Mari kita tinggalkan pro dan kontra terhadap adanya visi 2030 tersebut. Saya ingin mengajukan pertanyaan sederhana kepada anda, ’apa visi hidup anda?” Dalam kehidupan pribadi, visi hidup bisa bermakna cita-cita, mimpi hidup atau bintang terang. Saya lebih senang menggunakan istilah bintang terang. Diantara tebaran bintang di langit ada beberapa bintang terang, diantara ribuan keinginan hidup anda pasti ada keinginan yang paling dominan yang benar-benar ingin anda raih dalam hidup anda, itulah bintang terang anda.
Bila anda memiliki bintang terang kehidupan anda akan lebih bergairah dan terarah. Mengapa? Karena sesuatu yang masuk ke dalam pikiran kita itu akan mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh anda. Hormon-hormon itu akan meningkatkan semangat dan daya juang anda.
Mari kita lakukan percobaan sederhana. Majukan tangan kiri anda. Bayangkan tangan itu memegang jeruk nipis. Anda tahu rasanya jeruk nipis, asam dan kecut. Sekarang bayangkan tangan kanan anda memegang pisau. Nah belahlah jeruk nipis itu dengan pisau di tangan anda. Lihatlah airnya mengalir. Dan sekarang jilatlah air jeruk itu. Bagaimana rasanya?
Adakah yang anda rasakan? Pasti ada, asam dan kecut. Apakah ada jeruknya? Jawabnya tidak. Jeruk tidak ada tapi anda bisa merasakannya. Begitu pula bintang terang yang menghujam kuat dalam pikiran anda, walau belum nyata dan hanya imajinasi, bintang terang itu akan mempengaruhi hormon-hormon di dalam tubuh anda. Hidup anda akan lebih bersemangat, bergairah dan tentu lebih terarah.
Hal ini sejalan dengan riset yang dilakukan terhadap para lulusan MBA di Harvard Business School. Riset dilakukan pada tahun 1979 dan 1989. Pada tahun 1979, para lulusan MBA tersebut ditanya ’apakah anda telah menyusun bintang terang yang spesifik dan tertulis?’ Hasilnya, 3% menyatakan telah memiliki bintang terang yang spesifik dan tertulis. 13% menyatakan telah memiliki bintang terang tapi tidak tertulis. Sisanya, 84% menyatakan belum memiliki bintang terang.
Sepuluh tahun kemudian, 1989, periset yang dipimpin oleh Mark McCormack melakukan wawancara dengan semua responden pada tahun 1979. Hasilnya, 13% yang menyatakan punya bintang terang yang spesifik tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang 84% (belum memiliki bintang terang). Yang luar biasa, 3% para lulusan yang memiliki bintang terang dan menuliskannya memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut.
Memang bintang terang itu bagaikan magnet. Ia akan menarik segala sesuatu yang memiliki ’chemistry’ yang sama. Segala sesuatu yang semula tidak tampak menjadi terlihat jelas di depan mata. Peluang-peluang baru muncul dan terlihat dengan jelas. Bahkan peluang dan kesempatan ada yang datang tanpa kita undang.
Ketika rekan-rekan saya tahu bahwa bintang terang saya saat ini adalah ingin menjadi salah satu inspirator terbaik Asia sebelum tahun 2015 maka mereka berebut memberi kesempatan kepada saya. Tanpa saya minta mereka secara bergantian memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan training di Brunai Darusalam, Philipina, Hongkong dan Makao.
Liburan Juni-Juli sudah datang menghampiri Anda. Di saat-saat berlibur, merenunglah sejenak. Renungkanlah bintang terang Anda yang spesifik. Bila Anda sudah menemukan Bintang Terang Anda, tuliskanlah. Setelah itu, diskusikanlah dengan pasangan hidup Anda atau kerabat Anda. Dan bila Anda sudah yakin dan mantap maka Tetapkanlah bintang terang anda.
Yakinlah, dengan bintang terang hidup Anda akan semakin hidup. Bila mulai saat ini Anda berjuang mewujudkan bintang terang Anda, realisasinya tinggal menunggu waktu saja. Jadi renungkanlah, tuliskanlah, diskusikanlah dan ikrarkanlah bintang terang Anda. Nah, bagi Anda yang tertantang, Tuliskanlah bintang terang Anda di blog/web saya ini. Saya Tunggu.

komunikasi itu....

Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari pimpinan puncak (Managing Director) hingga ke bawahan (Operators).
Managing Director kepada General Manager, "Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja."
General Manager kepada Department Heads, "Sesuai dengan perintah Managing Director, besok pada jam sembilan pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul dilapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Managing Director di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."
Departmental Heads kepada Sectional Heads, "Sesuai dengan perintah Managing Director, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi. Managing Director akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."
Section Heads kepada Foreman, "Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari, Managing Director, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan pagi." Foreman kepada All Operators, "Besok pagi, pada jam sembilan, Managing Director akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari."

belajar dari semut kecil

Dan Sulaiman telah mewarisi daud. Kemudian dia berkata,”hai manusia kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu, sesungguhnya ini benar-benar karunia yang nyata dan dihimpunkan untuk sulaiman tentara dari jin, manusia dan burung lalu mereka diatur dengan tertib (QS Annaml(27):16-17).
Alkisah suatu hari nabi sulaiman memperhatikan dengan seksama aktivitas semut yang sedang sibuk mengumpulkan biji-biji gandum. Satu sama lain saling akrab, sesekali mereka saling tegur sapa.a khirnya terjadilah dialog nabi sulaiman dengan seekor semut.
Mut..eleuh-eleuh manirajin pisan geuning. Saya liat kalian rajin gorong royong tuk mencari makanan. Begitulah yang mulia sebab hamba ini kecil tidak sanggup bekerja sendiri2,hamba harus bekerjasama untuk mengangkut biji makanan yang beratnya melebihi tubuh hamba, jawab semut.
Sesungguhnya berapa sih kebutuhan seekor semut per tahunnya terhadap biji gandum ? tanya nabi penuh selidik. Jawab semut : enam biji gandum per tahun. Lalu diambillah seekor semut dan diberi bekal enam biji gandum kemudian dimasukan kedalam kotak kecil dan dibiarkan semut itu tidak diusik sama sekali.
Setelah setahun penuh, barulah kotak yang berisi seekor semut dan dan enam biji gandum dibuka. Alangkah kagetnya nabi sulaiman ketika membuka kotakkecil itu sebab sang semut masih menyisakan tiga biji gandum.
Wahai semut, tanya sulaiman,”sudah setahun lewat tapi kenapa kamu hanya memakan tiga biji gandum saja dan menyisakan tiga biji gandum lainya ?
Begini yang mulia, di alam bebas dimana hamba bebas mencari makan sendiri, memang hamba menghabiskan enam biji gandum pertahunnya. Namun bagaimana dengan keadaan hamba yang dibelenggu saat ini. Lagi pula siapa yang dapat menjamin bahwa dalam waktu satu tahun , tuan tdk lupa membuka kotak ini. Untuk itu hamba sengaja makan separuhnya dan menyisakan lagi separuhnya untuk berjaga-jaga.
Bapak ibu sekalian dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah. Apa yang bisa diambil dari pelajran ini ? sikap gotong royong, toleransi, dan kesederhanaan dalam kehidupan. Semut tidak serakah. Semut tidak sombong terhadap semut yang lainnya. Selalu bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai urusanya. Andaikan seluruh umat muslim punya sifat seperti semut maka kedamaian, kesejahteraan akan berdiri tegak dimuka bumi ini. Semoga kta bisa belajr dari semut-semut kecil yang berbaris di dinding