Kamis, 24 Juli 2008

belajar dari semut kecil

Dan Sulaiman telah mewarisi daud. Kemudian dia berkata,”hai manusia kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu, sesungguhnya ini benar-benar karunia yang nyata dan dihimpunkan untuk sulaiman tentara dari jin, manusia dan burung lalu mereka diatur dengan tertib (QS Annaml(27):16-17).
Alkisah suatu hari nabi sulaiman memperhatikan dengan seksama aktivitas semut yang sedang sibuk mengumpulkan biji-biji gandum. Satu sama lain saling akrab, sesekali mereka saling tegur sapa.a khirnya terjadilah dialog nabi sulaiman dengan seekor semut.
Mut..eleuh-eleuh manirajin pisan geuning. Saya liat kalian rajin gorong royong tuk mencari makanan. Begitulah yang mulia sebab hamba ini kecil tidak sanggup bekerja sendiri2,hamba harus bekerjasama untuk mengangkut biji makanan yang beratnya melebihi tubuh hamba, jawab semut.
Sesungguhnya berapa sih kebutuhan seekor semut per tahunnya terhadap biji gandum ? tanya nabi penuh selidik. Jawab semut : enam biji gandum per tahun. Lalu diambillah seekor semut dan diberi bekal enam biji gandum kemudian dimasukan kedalam kotak kecil dan dibiarkan semut itu tidak diusik sama sekali.
Setelah setahun penuh, barulah kotak yang berisi seekor semut dan dan enam biji gandum dibuka. Alangkah kagetnya nabi sulaiman ketika membuka kotakkecil itu sebab sang semut masih menyisakan tiga biji gandum.
Wahai semut, tanya sulaiman,”sudah setahun lewat tapi kenapa kamu hanya memakan tiga biji gandum saja dan menyisakan tiga biji gandum lainya ?
Begini yang mulia, di alam bebas dimana hamba bebas mencari makan sendiri, memang hamba menghabiskan enam biji gandum pertahunnya. Namun bagaimana dengan keadaan hamba yang dibelenggu saat ini. Lagi pula siapa yang dapat menjamin bahwa dalam waktu satu tahun , tuan tdk lupa membuka kotak ini. Untuk itu hamba sengaja makan separuhnya dan menyisakan lagi separuhnya untuk berjaga-jaga.
Bapak ibu sekalian dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah. Apa yang bisa diambil dari pelajran ini ? sikap gotong royong, toleransi, dan kesederhanaan dalam kehidupan. Semut tidak serakah. Semut tidak sombong terhadap semut yang lainnya. Selalu bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai urusanya. Andaikan seluruh umat muslim punya sifat seperti semut maka kedamaian, kesejahteraan akan berdiri tegak dimuka bumi ini. Semoga kta bisa belajr dari semut-semut kecil yang berbaris di dinding

1 komentar:

qausuquzah mengatakan...

semut-semut kecil aku mau nanya, apakah si ujang ini udah married? cepetan jang,